Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan dengan menggabungkan layanan digital dan pelayanan jemput bola bagi kelompok masyarakat rentan.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, mengatakan strategi tersebut dilakukan agar seluruh penduduk, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, warga sakit, orang terlantar, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tetap memperoleh hak atas dokumen kependudukan tanpa terkendala kondisi fisik maupun mobilitas.
Menurutnya, layanan Peduli Prioritas menjadi salah satu inovasi yang memungkinkan petugas mendatangi langsung lokasi keberadaan warga untuk melakukan pelayanan administrasi kependudukan.
“Inovasi ini dirancang agar seluruh penduduk, khususnya kelompok rentan, tetap memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, efektif, dan efisien,” katanya, Rabu (29/7/2026).
Di sisi lain, Disdukcapil juga memperkuat transformasi pelayanan melalui aplikasi Pondok Pasilan (Pelayanan Online Dokumen Pencatatan Sipil Kependudukan). Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan dokumen secara daring, memantau proses permohonan secara real time melalui fitur pelacakan, hingga mengunduh dokumen yang telah selesai diproses, kecuali KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Dirinya mengungkapkan, sejak uji coba implementasi pada 30 Maret hingga 29 Juli 2026, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 3.808 akun dengan total 6.320 permohonan dokumen yang diproses. Dokumen yang paling banyak diajukan ialah Kartu Keluarga sebanyak 4.113 permohonan, disusul akta kelahiran 1.090 dokumen, surat pindah 721 dokumen, akta kematian 352 dokumen, akta perkawinan 32 dokumen, dan akta perceraian empat dokumen.
Selain digitalisasi layanan, Disdukcapil juga memperluas kolaborasi dengan kecamatan, kelurahan, rumah sakit, klinik swasta, hingga bidan praktik mandiri sebagai mitra pelayanan untuk mempermudah masyarakat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Tak hanya itu, pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) juga terus didorong melalui inovasi Saskia Hebat. Saat ini Disdukcapil telah menjalin kerja sama dengan 12 pelaku UMKM di Bontang, di antaranya Andika Baby Shop, Kenari Waterpark, Papa Cookies, dan Lembah Permai, sehingga kepemilikan KIA memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekaligus membantu promosi usaha lokal.
Dia menambahkan, pemanfaatan data administrasi kependudukan juga telah diterapkan oleh sembilan perangkat daerah melalui perjanjian kerja sama. Ia berharap semakin banyak organisasi perangkat daerah yang memanfaatkan data kependudukan untuk memperkuat verifikasi dan validasi sasaran program sehingga berbagai bantuan dan layanan pemerintah dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. (Irha)
