Investasi Energi Terbarukan Dinilai Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Bontang

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur

Kabarintens.com, Bontang – Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penciptaan lapangan kerja baru di Kota Bontang. Pemerintah melalui DPMPTSP melihat sektor ini mampu menghadirkan peluang ekonomi baru yang dapat dinikmati masyarakat seiring berkembangnya investasi hijau.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan setiap investasi yang masuk idealnya tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu bentuk manfaat tersebut adalah meningkatnya kesempatan kerja pada sektor-sektor baru yang berkembang mengikuti kebutuhan industri modern.

Menurutnya, transformasi energi menuju sumber yang lebih bersih akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan yang sebelumnya belum banyak berkembang di daerah. Mulai dari tenaga teknis pemasangan PLTS, operator fasilitas biomassa, tenaga pemeliharaan sistem energi, hingga profesi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan teknologi lingkungan.

“EBT seperti PLTS atap, biomassa, dan waste-to-energy adalah peluang masa depan. Saat ini memang masih berkembang, tetapi arah investasi global sudah bergerak ke sana, dan Bontang harus siap menangkap peluang itu,” kata dia, Selasa (19/6/2026).

Ia menjelaskan, peluang tersebut perlu dipersiapkan sejak dini agar masyarakat lokal dapat mengambil bagian ketika investasi mulai berkembang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan industri menjadi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan sektor energi baru terbarukan.

Selain membuka lapangan kerja langsung, pengembangan investasi hijau juga diperkirakan akan menggerakkan sektor pendukung lainnya. Kebutuhan jasa konstruksi, konsultasi teknik, penyediaan peralatan, logistik, hingga pemeliharaan infrastruktur diperkirakan ikut meningkat seiring bertambahnya proyek-proyek EBT di kawasan industri maupun kawasan komersial.

Pun dirinya menilai, karakteristik Bontang sebagai kota industri menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik investor energi bersih. Keberadaan kawasan industri, infrastruktur dasar, serta pengalaman daerah dalam melayani investasi skala besar menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan sektor tersebut.

“Tentu pemerintah daerah akan terus menjaga kemudahan pelayanan perizinan agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya,” ucapnya.

Kepastian regulasi dan pelayanan yang cepat menjadi salah satu faktor yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di sektor energi terbarukan.

Ke depan, DPMPTSP berharap berkembangnya investasi EBT tidak hanya memperkuat struktur ekonomi Bontang, tetapi juga memberikan ruang tumbuh bagi tenaga kerja lokal dengan kompetensi baru. Dengan demikian, transisi menuju energi bersih tidak hanya berdampak pada lingkungan, melainkan juga menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya peluang kerja yang lebih luas. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *