Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Kota Bontang, Karel
Kabarintens.com, Bontang – Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh nilai modal yang masuk, tetapi juga kemampuan seluruh pihak dalam menjaga komunikasi sejak awal pelaksanaan usaha. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menilai komunikasi yang terbuka menjadi langkah paling efektif untuk mencegah munculnya konflik antara investor dan masyarakat.
Jabatan Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan sebagian besar persoalan investasi sebenarnya dapat dicegah apabila informasi disampaikan secara transparan sejak tahap perencanaan. Masyarakat perlu mengetahui tujuan investasi, manfaat yang akan diperoleh daerah, hingga potensi dampak yang mungkin muncul agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Menurutnya, minimnya komunikasi sering kali memunculkan persepsi yang berbeda antara perusahaan dan warga. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi penolakan apabila tidak segera dijembatani melalui dialog yang konstruktif.
“Penyelesaian konflik tidak harus melalui konfrontasi. Mediasi menjadi salah satu cara untuk mencari jalan tengah agar pembangunan tetap berjalan, sementara kepentingan masyarakat juga tetap terlindungi,” sebutnya, Selasa (19/6/2026).
Ia menjelaskan, DPMPTSP selalu mendorong investor untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar lokasi usaha. Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat merupakan bagian yang akan merasakan langsung dampak keberadaan investasi, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Karel menambahkan, forum komunikasi menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum persoalan berkembang menjadi konflik. Dalam forum tersebut, seluruh pihak memiliki kesempatan menyampaikan pandangan, keberatan, maupun usulan sehingga solusi dapat dicari secara bersama-sama.
Selain itu, pemerintah daerah berperan sebagai pihak yang menjembatani kepentingan masyarakat dan pelaku usaha. Posisi tersebut penting agar setiap keputusan yang diambil tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus menjaga kepentingan publik.
Menurutnya, komunikasi yang berjalan baik juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap daerah. Sebaliknya, hubungan yang harmonis dengan masyarakat akan memberikan rasa aman bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tanpa terganggu persoalan sosial yang berkepanjangan.
“Membangun iklim investasi bukan hanya soal mempercepat pelayanan perizinan, tetapi juga memastikan seluruh proses investasi berlangsung secara kondusif,” katanya.
Karena itu, DPMPTSP akan terus mengedepankan komunikasi dan dialog sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas investasi di Kota Bontang.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap setiap investasi yang masuk mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Keharmonisan antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai menjadi fondasi penting agar pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan. (Irha)
