Laut Bontang Kuala
Kabarintens.com, BontangĀ – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan laut dengan mengurangi pencemaran, terutama sampah plastik yang menjadi ancaman bagi ekosistem pesisir.
Menurutnya, peringatan Hari Kelautan Nasional yang diperingati setiap 2 Juli tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan laut yang menjadi salah satu kekayaan terbesar Indonesia, khususnya Kota Bontang.
Dia mengatakan, Bontang merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, luas wilayah Kota Bontang mencapai sekitar 497,57 kilometer persegi, dengan sekitar 349,77 kilometer persegi atau 70,3 persen merupakan wilayah laut.
“Karena sebagian besar wilayah kita adalah laut, maka menjaga kebersihannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ia menilai pencemaran akibat sampah plastik dan limbah domestik masih menjadi tantangan yang harus ditangani bersama. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat merusak habitat biota laut sekaligus mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi langkah awal yang paling penting. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga ikut dalam kegiatan bersih pantai dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
“Laut yang bersih akan memberikan manfaat bagi semua. Mulai dari sektor perikanan, pariwisata, hingga kualitas lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Kelautan Nasional mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut sehingga Bontang tetap memiliki ekosistem pesisir yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (DR)
