Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur
Kabarintens.com, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menyadari bahwa saat ini tantangan investasi semakin kompleks.
Dinamika ekonomi global, perubahan regulasi di tingkat pusat, hingga tuntutan transformasi digital menjadi faktor utama yang menuntut instansi ini untuk bergerak lebih cepat dan adaptif.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif dan tidak pernah surut.
“Kompleksitas tantangan saat ini tidak boleh dinilai sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk berbenah,” ungkapnya, Minggu (19/7/2026)
Ia menjelaskan, ketidakpastian ekonomi justru memicu daerah untuk lebih kreatif dalam menonjolkan potensi lokal. DPMPTSP optimistis dengan strategi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah mampu memikat para investor domestik maupun asing.
Dirinya juga menyampaikan, melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor potensial baru di luar industri migas dan kimia yang selama ini menjadi tulang punggung daerah merupakan hal yang sangat penting.
Menurutnya, potensi investasi seperti turunan dari sawit dan juga rencana pelbangunan pelabuhan peti kemas juga perlu direncanakan dengan matang.
“Seluruh upaya tersebut kami lakukan demi menciptakan struktur ekonomi daerah yang lebih tangguh dan tidak bergantung pada satu sektor saja,” ucapnya.
Aspiannur menegaskan, banyak faktor pendukung yang mempengaruhi minat investor dalam memilih lokasi usaha, mulai dari kemudahan perizinan, ketersediaan infrastruktur pendukung hingga kawasan industri yang representatif.
Dia berharap, seluruh pihak dapat berkolaborasi agar fasilitas-fasilitas penunjang tersebut dapat terpenuhi. Dengan begitu, daya tarik investasi kota taman akan semakin tinggi. (Irha)
