SMPN 1 Bontang
Kabarintens.com, Bontang – Proses pendaftaran siswa inklusi di SMP Negeri 1 Bontang dilakukan melalui sistem terpusat dalam SPMB 2026. Masyarakat tidak lagi mendaftar langsung ke sekolah tujuan.
Kepala SMPN 5 Bontang, Riyanto menjelaskan bahwa seluruh proses dikendalikan oleh Dinas Pendidikan. Sekolah hanya menerima hasil penempatan.
Ia menyebut bahwa sistem ini memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan. Semua proses dilakukan secara digital dan terintegrasi.
“Setelah pendaftaran, dinas akan melakukan verifikasi data. Termasuk dalam hal domisili dan kebutuhan khusus siswa,” tuturnya, Sabtu (4/4/2026).
Selanjutnya, dinas menentukan sekolah tujuan berdasarkan hasil pemetaan. Sekolah tidak dapat mengubah keputusan tersebut.
Riyanto menegaskan bahwa sistem ini meningkatkan transparansi. Proses penerimaan menjadi lebih terbuka dan terkontrol.
“Dengan begitu, sekolah dapat lebih fokus pada kesiapan layanan. Tidak perlu lagi melakukan seleksi administrasi,” sebutnha.
Dengan sistem ini, diharapkan proses SPMB berjalan lebih efisien dan adil. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama. (Irha)
