BPBD Bontang Intensifkan Koordinasi, Nelayan Berbas Pantai Dilaporkan Hilang di Perairan Selatan

Informasi nelayan yang hilang. (Istimewa/BPBD Bontang)

Kabarintens.com, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang terus memantau perkembangan laporan hilangnya seorang nelayan asal Berbas Pantai, Jamaluddin (50), yang dilaporkan belum kembali setelah melaut di perairan selatan Bontang.

Korban diketahui berangkat melaut pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 Wita menggunakan kapal Jamal Nur. Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Bontang, nelayan tuna tersebut bertolak dari wilayah Berbas Pantai menuju perairan Ataka sebelum bergerak lebih jauh ke area penangkapan ikan di selatan, dengan jarak diperkirakan mencapai 40 hingga 70 mil laut dari daratan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah koordinasi lintas instansi setelah menerima laporan dari keluarga korban.

“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan upaya pencarian bisa dilakukan secara maksimal,” ujarbya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

BPBD Bontang telah berkoordinasi dengan Basarnas Balikpapan, Kesatuan Penjagaan Laut (KPL), Syahbandar, hingga Polair untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut informasi terakhir yang diterima BPBD, korban sempat berada di area pemancingan pada Jumat lalu dan berencana berpindah ke titik penangkapan ikan lain di sekitar kapal BOR. Informasi itu diperoleh dari rekan sesama nelayan yang sempat berkomunikasi dengan korban.

Namun setelah berpindah lokasi, Jamaluddin tidak lagi memberikan kabar. Hingga saat ini, korban belum kembali ke rumah maupun ke titik keberangkatan.

Ismail menyebut, salah satu kendala dalam proses pelacakan adalah korban diketahui tidak membawa alat komunikasi selama melaut, sehingga menyulitkan proses pemantauan posisi terakhir.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga. Siapa tahu ada informasi lebih dulu, misalnya korban sempat diselamatkan kapal lain atau ditemukan di titik tertentu,” katanya.

BPBD Bontang menegaskan saat ini pihaknya berperan aktif dalam pemantauan dan koordinasi antarinstansi, sembari menunggu perkembangan informasi lapangan dari tim pencarian serta otoritas maritim yang terlibat.

BPBD juga mengimbau para nelayan yang melaut di wilayah perairan selatan Bontang agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Upaya kolaboratif lintas lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan nelayan yang dilaporkan hilang tersebut. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *