DPMPTSP Bontang Optimis Investasi Asing Meningkat Pasca Temuan Gas di Cekungan Kutai

Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel

Kabarintens.com,Bontang – Temuan cadangan gas raksasa (giant discovery) oleh perusahaan energi asal Italia, PT Ente Nazionale Idrocarburi (ENI), di sumur eksplorasi Geliga-1, Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, dinilai akan berdampak positif terhadap peningkatan investasi, termasuk di Kota Bontang.

Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan bahwa penemuan tersebut berpotensi menghidupkan kembali aktivitas Badan LNG di wilayah tersebut.

“Dengan adanya temuan gas di Cekungan Kutai ini, tentu akan membuka peluang bagi pengolahan lebih lanjut. PT Badak LNG bisa kembali berperan optimal,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Adapun potensi cadangan gas tersebut diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/Tcf) serta sekitar 300 juta barel kondensat. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di laut dengan kedalaman mencapai 2.000 meter.

Besarnya temuan ini menjadikannya salah satu penemuan gas terbesar dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut.

Karel menjelaskan, keberadaan cadangan gas tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan hulu, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi daerah sekitar, termasuk Kota Bontang yang memiliki fasilitas pengolahan gas PT Badak LNG.

Saat ini, PT Badak LNG memiliki tujuh train pengolahan gas. Namun, untuk mendukung pengolahan gas dari temuan ENI, hanya Train E dan F yang direncanakan kembali diaktifkan.

Ia menambahkan, dalam proses pengolahan tersebut, PT Badak LNG akan tetap bekerja sama dengan Pertamina sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lebih lanjut, Karel berharap, temuan gas ini dapat mendorong peningkatan investasi asing yang masuk ke Bontang secara signifikan.

“Semakin banyak investor yang masuk ke Bontang, tentu akan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.

Diketahui, gas dan kondensat dari Cekungan Kutai tersebut akan diarahkan untuk mendukung program hilirisasi nasional, dengan target pengembangan produksi hingga tahun 2030. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *