Obat-obatan terlarang seperti sabu, pil koplo dan alat-alatnya. (Ist/ilustasi)
Kabarintens.com, Bontang – Momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni dimanfaatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang untuk kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjalankan pola hidup sehat dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Integritas seorang pegawai akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, DPMPTSP terus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, serta perilaku positif. Lingkungan kerja yang sehat diyakini mampu meningkatkan produktivitas pegawai sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Dalam peringatan HANI tahun ini, DPMPTSP mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat komitmen “No Drugs” dengan menjadikan penolakan terhadap narkoba sebagai bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar slogan tahunan.
“Penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan seseorang, menghancurkan keluarga, hingga mengganggu kinerja instansi apabila tidak dicegah sejak dini,” Jumat (26/6/2026).
Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk saling mengingatkan dan membangun lingkungan kerja yang peduli terhadap bahaya narkoba. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan ketika seseorang sudah menjadi korban penyalahgunaan.
Selain menjaga diri sendiri, ASN juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Peran tersebut penting agar pesan bahaya narkoba semakin luas tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga diri dari narkoba berarti menjaga masa depan. Mari bersama mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan bebas narkoba,” ujarnya.
Melalui semangat HANI 2026, DPMPTSP Bontang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang profesional dengan didukung sumber daya manusia yang berintegritas, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Irha)
