Aloysius Roni Nilai Penurunan Stunting Jadi Bukti Program Berjalan Efektif

Foto bersama disela-sela kegiatan

Kabarintens.com, Bontang – Tren penurunan angka stunting di Kecamatan Bontang Barat mendapat apresiasi dari Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa berbagai program penanganan stunting yang selama ini dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang positif.

Roni mengatakan, penurunan prevalensi stunting tidak terjadi secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga keluarga yang aktif mengikuti program pendampingan kesehatan anak.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pertemuan kader dan tim Posyandu dalam rangka persiapan Operasi Timbang Serentak yang diselenggarakan Puskesmas Bontang Barat di BPU Kelurahan Kanaan, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah Bontang Barat.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, angka stunting di Kecamatan Bontang Barat terus menunjukkan tren penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu patut diapresiasi karena mencerminkan efektivitas berbagai program intervensi yang telah dilaksanakan secara konsisten.

“Sejauh informasi yang kami terima, angka stunting mengalami penurunan. Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Menurutnya, persoalan stunting masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, mengingat masih terdapat anak-anak yang memerlukan pendampingan dan intervensi agar dapat tumbuh secara optimal.

Roni menilai keberhasilan menurunkan angka stunting merupakan hasil dari kerja sama lintas sektor. Selain dukungan pemerintah melalui berbagai program kesehatan dan gizi, keberhasilan tersebut juga ditentukan oleh peran aktif tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kelurahan, hingga orang tua dalam memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak terpenuhi.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan rutin di Posyandu, kondisi balita dapat dipantau sejak dini sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Menurutnya, Operasi Timbang Serentak menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan data pertumbuhan balita tetap akurat. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun langkah intervensi yang lebih tepat sasaran, baik dalam pemberian makanan tambahan, pendampingan keluarga, maupun layanan kesehatan lainnya.

“Saya berharap tren penurunan stunting di Bontang Barat dapat terus dipertahankan melalui evaluasi berkala terhadap setiap program yang telah berjalan,” ucapnya.

Ia optimistis, dengan komitmen seluruh pihak dan penguatan kolaborasi di lapangan, target penurunan stunting yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bontang dapat tercapai secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *