Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Istimewa)
Kabarintens.com, Bontang – Melonjaknya harga LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kota Bontang hingga menembus Rp30 ribu per tabung menjadi perhatian serius DPRD Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret apabila kenaikan harga tersebut terus berlanjut dan mulai menyulitkan masyarakat.
Menurut Andi Faizal, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar rumah tangga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro. Karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan gejolak harga berlangsung terlalu lama tanpa adanya intervensi yang jelas.
Ia menilai salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar operasi pasar LPG subsidi apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kelangkaan pasokan atau distribusi yang tidak berjalan normal. Langkah tersebut dinilai mampu menekan harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh LPG sesuai harga yang telah ditetapkan.
“Kalau memang terjadi kelangkaan dan harga terus naik, pemerintah bisa melakukan operasi pasar. Jangan hanya komoditas sembako yang diperhatikan, LPG juga kebutuhan penting masyarakat,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Politisi Partai Golkar itu mengatakan pemerintah daerah perlu melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi distribusi LPG di lapangan. Selain memastikan stok tersedia, pengawasan juga harus dilakukan agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari tingginya permintaan masyarakat.
Sebelumnya, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Monitoring Pemerintah Kota Bontang menemukan adanya pola distribusi yang menyebabkan LPG subsidi lebih banyak beredar melalui pengecer dibandingkan dibeli langsung masyarakat di pangkalan resmi. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen karena adanya tambahan biaya pada setiap mata rantai distribusi.
“Temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi LPG subsidi di Bontang,” tegasnya.
Pemerintah bersama Pertamina dan agen penyalur perlu memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan sehingga tidak membuka peluang terjadinya permainan harga yang merugikan masyarakat.
Ia berharap koordinasi lintas instansi dapat diperkuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG di pasaran. Dengan pengawasan yang lebih ketat serta kesiapan melakukan operasi pasar apabila diperlukan, DPRD optimistis gejolak harga dapat dikendalikan sehingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. (DR)
