Disdukcapil Bontang Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Berkedok Petugas Kemendagri

Kabarintens.com, Bontang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun petugas administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang Budiman melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, meminta masyarakat tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang datang atau menghubungi dengan alasan melakukan verifikasi data kependudukan.

Peringatan tersebut menyusul beredarnya informasi mengenai modus orang yang mengaku sebagai petugas Kemendagri dan mendatangi rumah warga dengan dalih melakukan verifikasi KTP untuk keperluan sensus.

Dalam modus yang beredar, pelaku disebut membawa sejumlah peralatan seperti laptop, mesin biometrik dan daftar nama warga.

“Mereka kemudian meminta warga memberikan data pribadi, termasuk melakukan pengambilan foto maupun sidik jari,” bebernya, Sabtu (8/8/2026).

Thamrin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai pihak yang mengaku sebagai petugas pemerintah, terlebih jika proses tersebut dilakukan di rumah dan disertai permintaan data pribadi atau biometrik.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu identitas dan kewenangan petugas sebelum memberikan informasi kependudukan. Data seperti NIK, foto, sidik jari maupun dokumen kependudukan merupakan informasi yang harus dijaga dan tidak boleh diberikan sembarangan.

Di sisi lain, perekaman dan verifikasi biometrik memang merupakan bagian dari administrasi kependudukan. Namun, mekanisme pelayanan resmi memiliki prosedur dan dilakukan oleh petugas pada tempat pelayanan yang ditentukan. Ketentuan administrasi kependudukan juga mengatur perekaman biometrik oleh petugas operator pada tempat pelayanan KTP elektronik.

Karena itu, apabila ada pihak yang mengaku sebagai petugas Kemendagri atau Disdukcapil dan meminta akses data kependudukan dengan cara yang mencurigakan, masyarakat diminta tidak langsung mengikuti permintaan tersebut.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan data pribadi melalui pesan, tautan, maupun komunikasi yang sumbernya tidak jelas. Warga sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Disdukcapil apabila menerima informasi atau kedatangan pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

“Waspada selalu dan jangan memberikan data atau informasi kependudukan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas serta kewenangannya,” pesannya.

Disdukcapil Bontang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan data kependudukan. Kehati-hatian diperlukan agar data pribadi warga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *