BKPSDM Bontang Ajak ASN Jadi Contoh Keluarga Peduli Gizi Anak

Ilustrasi

Kabarintens.com, Bontang – Upaya percepatan penurunan stunting menjadi fokus serius Pemerintah Kota Bontang. Pada pelaksanaan Penimbangan Serentak bayi dan balita pada 4–8 November 2025, Pemkot mendorong keterlibatan langsung ASN yang memiliki anak balita untuk ikut mendampingi proses pemantauan kesehatan di posyandu.

Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bontang Nomor 400.2.5/2014/DINKES/2025, ASN dengan balita diberikan dispensasi waktu dari pukul 07.30 hingga 12.00 WITA untuk menghadiri kegiatan penimbangan. Kebijakan ini memberikan ruang bagi aparatur pemerintah agar lebih dekat dengan keluarga dan memastikan kesehatan anak-anak mereka terpantau dengan baik.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa ASN sepatutnya menjadi contoh dalam penerapan pola hidup sehat dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga figur publik yang memiliki pengaruh sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin ASN hadir bukan sekadar sebagai pegawai, tetapi sebagai orang tua yang sadar pentingnya kesehatan anak. Keterlibatan langsung di posyandu adalah bentuk keteladanan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Untuk mendukung hal tersebut, BKPSDM memastikan sistem presensi yang sebelumnya berbasis lokasi kantor kini dapat menyesuaikan kebutuhan kegiatan keluarga. Melalui fitur presensi luar jangkauan pada aplikasi BONPRI, ASN tetap dapat mencatat kehadiran tanpa harus berada di kantor.

Ia menilai bahwa langkah ini tidak hanya mempermudah teknis pencatatan kehadiran, namun juga memperkuat nilai humanis dalam birokrasi. Pemerintah sebagai institusi harus mampu memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan fungsi keluarga secara optimal tanpa mengabaikan kewajiban profesional.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua unsur, termasuk ASN sebagai bagian dari masyarakat.

“ASN harus ikut menjadi pendorong perubahan. Kalau kita peduli, masyarakat pun ikut peduli,” tegasnya.

BKPSDM berharap partisipasi ASN yang tinggi dalam penimbangan serentak ini dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya gizi dan kesehatan balita, serta berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas untuk masa depan Kota Bontang. (Ira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *