Asal Usul Danau Lipan di Kutai, Legenda Putri Aji Bedarah Putih dari Kalimantan Timur

gambar ilustrasi

kabarintens – Cerita rakyat dari Kalimantan Timur menyimpan beragam legenda yang sarat nilai moral. Salah satunya adalah kisah Putri Aji Bedarah Putih, tokoh dalam legenda asal Kutai yang dipercaya menjadi asal-usul terbentuknya Danau Lipan.

Dalam cerita yang diwariskan secara turun-temurun, Putri Aji Bedarah Putih dikenal sebagai sosok bangsawan yang memiliki paras cantik jelita. Kecantikannya bahkan dikisahkan sampai terdengar hingga negeri China.

Seorang raja dari China kemudian datang ke Kutai dengan tujuan melamar sang putri. Kedatangan tersebut disambut layaknya tamu kehormatan kerajaan, termasuk melalui jamuan makan istana.

Namun, di balik jamuan tersebut, sang putri memperhatikan sikap raja saat makan. Cara makan raja yang dinilai rakus dan tidak beretika membuat sang putri merasa tidak nyaman. Hal itu kemudian menjadi alasan utama penolakan lamaran.

Penolakan tersebut disampaikan secara langsung oleh sang putri. Ia menyebut sikap raja saat makan tidak mencerminkan penghormatan. Pernyataan itu membuat raja merasa tersinggung dan marah, hingga akhirnya kembali ke negerinya.

Beberapa bulan kemudian, raja dari China kembali ke Kutai. Namun, kedatangannya kali ini bukan untuk melamar, melainkan untuk menyerang. Ia membawa pasukan dalam jumlah besar dan melakukan penyerangan terhadap kerajaan sang putri.

Serangan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa di pihak kerajaan. Dalam situasi genting, Putri Aji Bedarah Putih dikisahkan memohon pertolongan kekuatan leluhur.

Ia mengunyah sirih dan pinang, lalu berdoa agar kesaktian nenek moyangnya muncul untuk melindungi kerajaan. Setelah itu, ia menyemburkan kunyahan tersebut dari menara istana.

Menurut legenda, sirih yang disemburkan itu berubah menjadi lipan-lipan ganas yang menyerang pasukan dari China. Serangan tersebut membuat pasukan musuh kewalahan hingga akhirnya mundur dan kalah.

Tidak hanya itu, lipan-lipan tersebut juga dikisahkan menghancurkan kapal-kapal pasukan hingga tenggelam. Lokasi tenggelamnya kapal kemudian dipercaya berubah menjadi perairan dangkal yang kini dikenal sebagai Danau Lipan.

Legenda ini menjadi bagian dari kekayaan budaya lisan masyarakat Kalimantan Timur. Selain menjelaskan asal-usul suatu tempat, cerita tersebut juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga tutur kata dan sikap dalam berinteraksi dengan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *