Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto
Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong pelaksanaan rapat secara hybrid atau daring dalam kebijakan terbaru. Langkah ini diambil untuk mendukung efisiensi dan transformasi kerja ASN.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa penggunaan teknologi harus dimaksimalkan. Rapat tatap muka tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan.
Selain itu, perjalanan dinas juga dibatasi secara signifikan. Perjalanan dalam negeri dikurangi hingga 50 persen, sementara luar negeri hingga 70 persen.
“Kebijakan ini bertujuan menghemat anggaran daerah. Pengeluaran untuk transportasi dan akomodasi dapat ditekan,” ungkapnya, Minggu (12/4/2026).
Sudi menjelaskan bahwa rapat daring tetap dapat berjalan efektif jika didukung teknologi. ASN dituntut untuk adaptif terhadap perubahan ini.
Langkah ini juga berdampak pada pengurangan mobilitas. Hal tersebut turut membantu mengurangi kemacetan dan polusi.
“Pemkot Bontang ingin membangun budaya kerja yang lebih modern. Efisiensi dan efektivitas menjadi prioritas utama,” ucapnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kinerja ASN tetap optimal. Transformasi digital menjadi kunci keberhasilan ke depan. (Irha)
