Mindset Ijazah Jadi Tantangan Penerapan Deep Learning

Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh

Kabarintens.com, Bontang – Upaya penerapan pendekatan deep learning dalam pendidikan nonformal di Kota Bontang masih menghadapi tantangan serius. Salah satunya adalah pola pikir peserta didik yang masih berorientasi pada ijazah sebagai tujuan utama.

Pamong Belajar SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, menyebut bahwa kondisi ini menjadi hambatan dalam menciptakan proses pembelajaran yang ideal.

“Masih banyak yang melihat pendidikan hanya sebagai formalitas untuk mendapatkan sertifikat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Padahal, menurutnya, deep learning menuntut keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami materi secara menyeluruh.

Peserta didik tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga aktif berpikir, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan.

Hairul menilai, perubahan mindset menjadi langkah awal yang harus dilakukan agar pendekatan ini dapat berjalan optimal.

Selain itu, peran pendidik juga sangat menentukan dalam membangun suasana belajar yang menarik dan interaktif.

Ia menekankan pentingnya desain pembelajaran yang kontekstual agar peserta didik dapat merasakan manfaat langsung dari proses belajar.

“Kalau mereka melihat manfaatnya, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, tantangan dalam penerapan deep learning diyakini dapat diatasi secara bertahap. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *