Keterbatasan Chromebook Tak Hambat Pelaksanaan USB di SDN 011

SDN 011 Bontang Selatan

Kabarintens.com, Bontang – Keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang bagi SDN 011 Bontang Selatan dalam menyelenggarakan Ujian Satuan Pendidikan (USB) tahun ini. Meski jumlah perangkat yang tersedia belum sepenuhnya ideal, sekolah tetap mampu memastikan seluruh peserta didik mengikuti ujian dengan lancar dan tertib.

SDN 011 Bontang Selatan saat ini memiliki sekitar 60 unit Chromebook yang digunakan untuk pelaksanaan ujian bagi 85 siswa. Kondisi tersebut membuat sekolah menerapkan sistem pembagian sesi agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti USB tanpa kendala berarti.

Koordinator Kesiswaan SDN 011 Bontang Selatan, Maria Ekawati, menjelaskan bahwa skema tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan sejak awal. Sekolah sebelumnya juga pernah menerapkan pola serupa saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga pihak sekolah sudah memahami pengaturan teknis yang diperlukan.

“Memang ada keterbatasan, tapi kami atur seperti saat TKA, jadi tetap berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurut Maria, pembagian sesi justru membantu sekolah mengontrol pelaksanaan ujian agar lebih tertib dan kondusif. Dengan jumlah siswa yang dibagi dalam dua gelombang, pengawasan guru terhadap peserta ujian menjadi lebih maksimal dan proses pengerjaan soal dapat berlangsung dengan nyaman.

Pengalaman dari pelaksanaan ujian sebelumnya menjadi modal penting bagi sekolah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala teknis. Karena sudah terbiasa menggunakan sistem berbasis Chromebook, guru maupun siswa dinilai lebih siap menghadapi pelaksanaan USB tahun ini.

Selain itu, adanya bantuan fasilitas dari pemerintah turut membantu kelancaran proses ujian di sekolah. Walaupun jumlah perangkat yang tersedia masih terbatas, dukungan tersebut dinilai cukup membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan pelaksanaan ujian berbasis digital.

Pihak sekolah juga memastikan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam penggunaan perangkat selama ujian berlangsung. Siswa dinilai sudah cukup terbiasa menggunakan Chromebook dalam aktivitas belajar sehari-hari, sehingga proses adaptasi saat ujian berlangsung relatif mudah.

“Yang penting bukan hanya fasilitas, tapi bagaimana kami mengatur dan memaksimalkan yang ada,” tambah Maria.

Ia menilai kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan teknis yang baik menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan ujian. Dengan koordinasi yang matang antara guru, operator sekolah, dan siswa, seluruh tahapan USB dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ke depan, sekolah berharap adanya penambahan perangkat Chromebook agar pelaksanaan ujian dapat dilakukan dalam satu sesi penuh tanpa perlu pembagian waktu. Penambahan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran digital di sekolah agar semakin optimal dan merata bagi seluruh siswa. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *