Siswa-siswi memperlihatkan hasil kangkung yang ditanam.
Kabarintens.com, Bontang – Suasana berbeda terlihat di SDN 002 Bontang Barat saat siswa mengikuti panen perdana program Smart Tani Go to School. Setelah beberapa pekan merawat tanaman di kebun mini sekolah, para siswa akhirnya memetik hasil sayuran yang mereka tanam sendiri.
Kegiatan panen perdana itu menjadi momen yang paling dinanti siswa. Dengan penuh antusias, mereka memanen sayuran sambil melihat langsung hasil dari proses penanaman dan perawatan yang dilakukan bersama-sama sejak awal.
Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini mengatakan panen perdana tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran praktik mampu memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Anak-anak sangat senang saat melihat tanaman yang mereka rawat akhirnya bisa dipanen. Ini memberi mereka pengalaman nyata tentang proses menanam hingga menghasilkan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, panen perdana bukan sekadar kegiatan memetik hasil tanaman, tetapi juga bentuk evaluasi dari proses belajar yang telah dijalani siswa. Selama program berlangsung, siswa dilibatkan langsung mulai dari menanam bibit, menyiram, membersihkan area kebun hingga memantau pertumbuhan tanaman.
Menurutnya, pengalaman melihat hasil panen secara langsung memberikan kepuasan tersendiri bagi siswa. Mereka dapat memahami bahwa hasil yang baik diperoleh melalui ketekunan dan perawatan yang konsisten.
“Melalui panen ini anak-anak belajar bahwa semua proses membutuhkan kesabaran. Mereka jadi paham hasil yang baik datang dari usaha yang dilakukan secara rutin,” katanya.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem menilai panen perdana ini menjadi langkah positif dalam mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. Menurutnya, keterlibatan siswa secara langsung akan menumbuhkan pemahaman yang lebih kuat tentang pentingnya pertanian.
Ia menyebut program seperti Smart Tani Go to School memberi pengalaman praktis yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Anak-anak bisa melihat sendiri bagaimana tanaman tumbuh hingga siap dipanen.
“Panen perdana ini menjadi pembelajaran penting bagi siswa. Mereka bisa merasakan langsung proses produksi pangan dan memahami bahwa semua membutuhkan kerja keras,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan dapat dikembangkan dengan jenis tanaman yang lebih beragam agar siswa semakin mengenal dunia pertanian sejak dini. (Irha)
