Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparuddin
Kabarintens.com, Bontang – Modus pemberian narkoba secara cuma-cuma kepada pelajar menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang. Dari enam kasus pelajar yang terlibat penyalahgunaan narkoba sepanjang 2026, sebagian besar diawali dari ajakan mencoba secara gratis oleh rekan yang lebih tua.
Skema tersebut dinilai menjadi strategi yang kerap digunakan untuk menjerat remaja hingga akhirnya mengalami ketergantungan.
Kondisi ini membuat pengawasan terhadap pergaulan anak menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menilai orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang bisa menjadi indikasi awal terpapar lingkungan negatif.
Ia mengatakan, ancaman narkoba saat ini bergerak sangat halus dan sering kali sulit terdeteksi jika komunikasi dalam keluarga tidak terjalin dengan baik.
“Sering kali awalnya hanya diajak coba-coba. Diberikan gratis, dianggap sekadar eksperimen. Tapi setelah itu muncul ketergantungan. Ini yang harus diwaspadai oleh orang tua,” katanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Saparuddin, pola pengawasan lama tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan generasi saat ini. Orang tua dituntut lebih aktif membangun kedekatan emosional dengan anak.
“Jangan hanya bertanya soal sekolahnya, tapi juga perlu tahu siapa teman-temannya, bagaimana aktivitas hariannya, apa yang mereka akses di teknologi digital. Semua itu penting untuk pengawasan,” ujarnya.
Ia menyebut perkembangan teknologi memperbesar ruang interaksi yang sulit terpantau, termasuk potensi akses terhadap jaringan peredaran narkoba.
“Sekarang ruang pergaulan anak tidak hanya fisik, tapi juga digital. Kalau orang tua lengah, banyak celah yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” terangnya.
Karena itu, ia mengimbau seluruh keluarga di Bontang untuk menjadikan rumah sebagai ruang dialog terbuka bagi anak.
“Pencegahan paling kuat itu dimulai dari rumah. Kalau komunikasi anak dan orang tua terbangun baik, peluang mereka terjerumus bisa ditekan,” pungkasnya. (Irha)
