Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad. (Istimewa/Humas Setwan)
Kabarintens.com, Bontang – Munculnya informasi mengenai tiga perempuan usia sekolah yang melahirkan di salah satu rumah sakit swasta di Bontang mendapat sorotan dari Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
Menurut Arfian, pengawasan dan pendampingan orang tua terhadap aktivitas anak perlu diperkuat. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka, anak-anak membutuhkan perhatian yang lebih intensif.
“Banyak persoalan remaja yang berawal dari minimnya komunikasi dalam keluarga. Akibatnya, anak mencari informasi atau solusi sendiri tanpa pendampingan yang memadai,” terangnya, Kamis (4/6/2026).
Fenomena kehamilan pada usia sekolah, kata dia, menunjukkan perlunya keterlibatan aktif orang tua dalam membangun kedekatan emosional dengan anak.
Arfian menilai keluarga harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan, termasuk pergaulan dan kesehatan reproduksi.
Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam memberikan pemahaman mengenai risiko hubungan seksual di usia dini.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko sosial.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengawasan terhadap anak harus terus diperkuat agar mereka tidak terjerumus pada keputusan yang berdampak besar terhadap masa depan mereka,” katanya. (DR)
