Kabarintens.com, Bontang – Pembangunan pabrik soda ash di Kota Bontang dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas struktur industri di daerah. Kehadiran industri dasar tersebut tidak hanya menambah kapasitas sektor manufaktur, tetapi juga berpotensi memicu tumbuhnya berbagai industri turunan yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian.
Jabatan Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan soda ash merupakan salah satu bahan baku strategis yang digunakan di banyak sektor industri. Karena itu, keberadaan fasilitas produksi di dalam negeri membuka peluang bagi pengembangan investasi lanjutan yang saling terintegrasi.
Menurutnya, selama ini soda ash menjadi komoditas yang dibutuhkan oleh berbagai jenis industri. Dengan adanya pembangunan pabrik soda ash, peluang untuk menghadirkan industri hilir di sekitar kawasan industri Bontang menjadi semakin terbuka.
Ia menjelaskan, salah satu sektor yang memiliki prospek besar adalah industri kaca. Soda ash merupakan bahan baku utama dalam proses pembuatan kaca karena mampu meningkatkan kejernihan sekaligus ketahanan produk terhadap suhu tinggi.
“Ini menjadi peluang bagi investor yang ingin mengembangkan industri berbasis mineral dan material bangunan,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Selain itu, kebutuhan soda ash juga cukup besar di industri sabun dan deterjen. Bahan kimia tersebut berfungsi sebagai penstabil tingkat keasaman sekaligus membantu proses pembersihan, sehingga menjadi komponen penting dalam proses produksi berbagai produk rumah tangga.
Karel menambahkan bahwa industri pulp dan kertas serta industri tekstil juga menjadi sektor yang berpotensi berkembang. Pada industri pulp, soda ash digunakan dalam proses pengolahan bahan baku, sementara pada industri tekstil dimanfaatkan untuk membantu proses pencelupan agar menghasilkan warna yang lebih baik dan tahan lama.
Tidak hanya sektor manufaktur, peluang investasi juga terbuka pada industri kimia yang memanfaatkan soda ash sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk turunan seperti sodium bikarbonat maupun sodium silikat. Industri kimia dinilai memiliki nilai tambah tinggi sekaligus mampu memperkuat rantai pasok industri nasional.
Lebih lanjut, ia menyebut kebutuhan soda ash juga terdapat pada sektor pengolahan air, farmasi, makanan, metalurgi hingga penyamakan kulit. Luasnya pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pabrik soda ash berpotensi menjadi penggerak lahirnya ekosistem industri baru di Kota Bontang.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal melalui promosi investasi dan penyediaan iklim usaha yang kondusif. Semakin banyak industri hilir yang berkembang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan daerah, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi.
DPMPTSP Kota Bontang berharap pembangunan pabrik soda ash tidak berhenti pada investasi industri dasar semata, tetapi mampu menjadi pintu masuk bagi hadirnya berbagai industri turunan yang memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu pusat industri kimia dan manufaktur di Indonesia. (Irha).
