Kabarintens.com, Bontang – Pembangunan jalan lingkungan di Kota Bontang tidak dilakukan secara acak atau berdasarkan permintaan sesaat. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bontang memastikan setiap pekerjaan diawali dengan proses pemetaan kebutuhan masyarakat agar anggaran yang tersedia benar-benar menyasar lokasi yang paling membutuhkan.
Kepala Disperkimtan Kota Bontang, Usman, mengatakan usulan pembangunan jalan lingkungan dihimpun secara berjenjang melalui proses perencanaan daerah. Mekanisme tersebut dimulai dari tingkat RT, kemudian dibahas di kelurahan, kecamatan, hingga masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurutnya, tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan pada tahun yang sama. Pemerintah harus melakukan penilaian berdasarkan tingkat urgensi, kondisi lapangan, serta kemampuan anggaran daerah.
“Prinsipnya kami mengerjakan berdasarkan skala prioritas. Semua usulan masyarakat kami inventarisasi melalui tahapan perencanaan, kemudian dipilah mana yang paling mendesak untuk dilaksanakan lebih dahulu,” kata dia, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, Disperkimtan memiliki kewenangan membangun jalan lingkungan secara permanen di kawasan permukiman. Karena itu, pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar penanganan sementara terhadap kerusakan jalan.
Selain melalui Musrenbang, kata dia, pembangunan jalan lingkungan juga dapat masuk melalui jalur pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Aspirasi tersebut tetap menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Usman menilai sistem usulan berjenjang menjadi cara paling efektif untuk memastikan pembangunan lebih merata dan tepat sasaran. Dengan demikian, pemerintah dapat menghindari pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan permukiman.
“Setiap usulan yang disampaikan masyarakat memiliki kesempatan untuk diproses. Karena itu kami mengajak warga aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan melalui RT dan forum Musrenbang agar dapat menjadi bahan dalam penyusunan program pemerintah,” tutupnya. (Irha)
