Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Istimewa)
Kabarintens.com, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menilai peran pustakawan semakin strategis di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Dalam momentum peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang diperingati setiap 7 Juli, ia mengingatkan bahwa pustakawan kini tidak hanya bertugas mengelola koleksi buku, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi hanya melalui telepon genggam. Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga membawa tantangan berupa maraknya penyebaran informasi palsu, hoaks, hingga disinformasi yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.
Ia mengatakan keberadaan pustakawan memiliki posisi penting sebagai penyaring informasi. Melalui kemampuan dalam mengelola referensi dan sumber informasi yang kredibel, pustakawan mampu membimbing masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang diperoleh dari berbagai platform digital.
“Di era digital yang penuh dengan derasnya arus informasi, peran pustakawan semakin penting sebagai pendamping literasi dan fasilitator pembelajaran sepanjang hayat,” ujar Saeful, Selasa (7/7/2026).
Saeful menjelaskan bahwa profesi pustakawan saat ini telah berkembang jauh dari sekadar mengatur buku di rak perpustakaan. Mereka juga menjadi pendidik literasi digital yang mengajarkan masyarakat cara menggunakan basis data elektronik, jurnal ilmiah, hingga berbagai sumber informasi daring secara tepat.
Menurutnya, kemampuan memilah informasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap warga, terutama generasi muda yang hampir seluruh aktivitas belajarnya kini memanfaatkan internet. Karena itu, keberadaan pustakawan menjadi mitra penting dalam meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat.
Ia menambahkan, perpustakaan juga harus terus bertransformasi menjadi ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain menyediakan koleksi buku, perpustakaan perlu menghadirkan layanan digital, pelatihan literasi informasi, hingga ruang diskusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Dirinya berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap penguatan perpustakaan beserta sumber daya manusianya. Menurutnya, peningkatan kompetensi pustakawan menjadi investasi penting untuk menciptakan masyarakat yang kritis, cerdas, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Dedikasi para pustakawan menjadi fondasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka membantu masyarakat membangun budaya belajar sepanjang hayat sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi banjir informasi di era digital,” tutupnya. (DR)
