BPBD Bontang Tangani 31 Kejadian Bencana dan Kedaruratan Selama Semester I 2026

Salah satu kegiatan BPBD Bontang sepanjang semester I 2026

Kabarintens. com, BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat telah menangani sebanyak 31 kejadian bencana dan kondisi kedaruratan sepanjang Semester I tahun 2026. Penanganan tersebut mencakup berbagai jenis peristiwa, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, hingga operasi pencarian dan pertolongan.

Data tersebut menunjukkan beragam potensi bencana yang dihadapi Kota Bontang dalam enam bulan pertama tahun ini. Meski jumlah kejadian bervariasi, seluruh laporan yang masuk ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, menjelaskan dari total 31 kejadian yang ditangani, kasus karhutla menjadi yang paling banyak dengan delapan kejadian. Selain itu, BPBD juga menangani enam kecelakaan laut dan lima kejadian tanah longsor.

Sementara itu, dua kejadian banjir akibat tadah hujan juga tercatat selama periode tersebut. BPBD turut melakukan penanganan terhadap dua pohon tumbang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun permukiman warga.

Selain bencana alam, BPBD juga menangani satu kasus korban tenggelam, satu kebakaran permukiman, dan satu rumah roboh. Di samping itu, terdapat dua operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue) serta sejumlah kejadian lain yang membutuhkan respons cepat dari personel BPBD.

Dia mengatakan seluruh penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, relawan, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat. Respons cepat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak kerugian maupun korban akibat bencana.

“Selama Semester I tahun 2026, BPBD Kota Bontang telah menangani sebanyak 31 kejadian, terdiri dari delapan kasus karhutla, dua banjir tadah hujan, enam kecelakaan laut, dua pohon tumbang, lima tanah longsor, satu korban tenggelam, satu kebakaran permukiman, satu rumah roboh, dua pencarian dan pertolongan, serta beberapa kejadian lainnya,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Ia menambahkan, data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi BPBD dalam menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada semester berikutnya, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kejadian hidrometeorologi maupun kebakaran lahan.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan agar dapat ditangani sedini mungkin.

Melalui kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi masyarakat, BPBD berharap risiko bencana di Kota Bontang dapat ditekan, sehingga dampaknya terhadap keselamatan jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalkan. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *