Lima Petugas Tangani Ratusan Titik PJU, Disperkimtan Bontang Hadapi Tantangan Pengawasan

Kabarintens.com, BontangĀ – Menjaga lampu penerangan jalan umum (PJU) tetap menyala setiap malam bukan sekadar mengganti lampu yang rusak. Di balik layanan tersebut, terdapat pekerjaan rutin yang harus dilakukan secara konsisten, mulai dari memeriksa jaringan listrik, memastikan meteran berfungsi, hingga mengontrol pasokan listrik di setiap titik penerangan yang tersebar di seluruh Kota Bontang.

Beban pekerjaan itu kini ditangani oleh tim yang jumlahnya relatif terbatas. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bontang hanya memiliki lima orang petugas yang bertanggung jawab melakukan pengawasan dan pemeliharaan ratusan titik PJU.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Disperkimtan Bontang, Anwar Nurdin, mengatakan jumlah personel tersebut harus menangani sekitar 250 KWh meter PJU yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap titik harus dipantau secara berkala agar lampu tetap berfungsi dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.

“Tim kami hanya lima orang, sementara KWh meter yang harus dikontrol jumlahnya sekitar 250 titik. Mereka harus berkeliling setiap bulan untuk memastikan semuanya tetap berfungsi,” ungkapnya, (5/8/2026).

Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya sebatas mengecek kondisi lampu. Petugas juga harus memastikan saldo listrik pada meteran prabayar masih tersedia, memeriksa apabila terjadi gangguan jaringan, hingga menangani laporan masyarakat yang masuk ketika terdapat lampu jalan yang padam.

Dengan cakupan wilayah yang luas, pekerjaan tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dalam satu siklus pemeriksaan, petugas harus mendatangi satu per satu lokasi PJU yang tersebar di tiga kecamatan. Kondisi itu membuat pengelolaan menjadi cukup menantang, terutama ketika laporan kerusakan datang secara bersamaan dari berbagai wilayah.

Dirinya menjelaskan, karena keterbatasan sumber daya manusia, Disperkimtan terus berupaya mencari cara agar pekerjaan teknis di lapangan dapat lebih efektif. Salah satu upaya yang sedang didorong adalah mengubah sistem pembayaran listrik PJU dari prabayar menjadi pascabayar sehingga petugas tidak lagi disibukkan dengan pengisian token listrik.

Apabila sistem tersebut dapat diterapkan, waktu kerja petugas akan lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat teknis, seperti pemeriksaan jaringan, penggantian komponen yang rusak, hingga percepatan penanganan terhadap laporan masyarakat.

“Dengan demikian, kualitas pelayanan PJU diharapkan dapat semakin meningkat meskipun jumlah personel masih terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan PJU memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari. Karena itu, Disperkimtan berkomitmen menjaga seluruh fasilitas tersebut tetap berfungsi optimal melalui pengawasan yang dilakukan secara rutin, sembari terus mendorong peningkatan sistem pengelolaan agar pekerjaan di lapangan menjadi lebih efisien. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *