Disdikbud Bontang Atur Kuota Inklusi, Fokus pada Pendampingan Siswa

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin.

Kabarintens.com, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang menetapkan kuota siswa inklusi dengan sistem satu siswa per rombel. Kebijakan ini fokus pada kualitas pendampingan.

Sekretaris Disdikbud, Saparuddin, mengatakan bahwa pendampingan menjadi kunci dalam pendidikan inklusi. Oleh karena itu, jumlah siswa dibatasi.

“Jumlah siswa inklusi menyesuaikan jumlah rombel di sekolah. Hal ini memberikan keseimbangan,” ucapnya, Minggu (5/4/2026).

Jika sekolah memiliki tiga rombel, maka dapat menerima tiga siswa inklusi. Skema ini dinilai efektif.

Menurut Saparuddin, pembelajaran harus berjalan optimal. Baik siswa reguler maupun inklusi harus mendapatkan perhatian.

Selain itu, guru harus memiliki kemampuan khusus. Hal ini penting dalam mendampingi siswa.

Disdikbud juga mendorong peningkatan fasilitas pendukung. Sekolah harus siap secara menyeluruh.

“Kebijakan ini diharapkan menciptakan sistem yang lebih terukur. Pendidikan inklusi berjalan lebih baik,” uharnya.

Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan efektivitas kebijakan. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *