Taman SMPN 9 sedang diukur oleh kontraktor
Kabarintens.com, Bontang – SMPN 9 Bontang mulai menyiapkan lingkungan sekolah yang lebih ramah bagi siswa inklusi melalui program pemeliharaan fasilitas yang direncanakan berlangsung tahun ini. Salah satu fokus pembenahan adalah mengganti lantai selasar yang dinilai licin dan berisiko membahayakan siswa saat hujan.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan sekolah ingin memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan dengan aman oleh semua peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus di masa mendatang.
Menurutnya, kondisi lantai di beberapa area sekolah saat ini masih terlalu licin ketika terkena tampias hujan. Situasi tersebut membuat siswa harus lebih berhati-hati saat melintas agar tidak terpeleset.
“Saya minta yang ramah dengan inklusi. Jadi saya suruh ganti,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, penggantian lantai akan menggunakan material yang lebih kasar agar tidak licin saat basah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus penyesuaian terhadap kebutuhan sekolah inklusi ke depan.
“Karena ke depannya kan nanti pasti ada anak-anak inklusi di sini. Jadi harus yang aman,” katanya.
Selain memperhatikan kenyamanan, sekolah juga ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih aksesibel dan mendukung mobilitas seluruh siswa. Lilyn menilai fasilitas fisik yang aman merupakan bagian penting dari pelayanan pendidikan yang setara.
Tidak hanya selasar, beberapa area lain yang mengalami penurunan lantai dan genangan air saat hujan juga masuk dalam daftar pemeliharaan tahun ini. Sekolah berharap seluruh perbaikan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan prioritas.
“Karena di situ licin kalau pas hujan tampias. Anak-anak bisa terpeleset kalau tidak diperbaiki,” jelasnya.
Dengan adanya pembenahan tersebut, SMPN 9 Bontang berharap suasana belajar menjadi lebih nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. (Irha)
