Bontang Utara Jadi Wilayah dengan Aktivitas Proyek Usaha Tertinggi

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur

Kabarintens.com,Bontang – Aktivitas usaha di Kecamatan Bontang Utara tercatat paling dominan sepanjang 2025 berdasarkan data Dashboard OSS Berbasis Risiko Kota Bontang.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan sebaran proyek usaha menunjukkan konsentrasi terbesar berada di wilayah Bontang Utara dibanding kecamatan lainnya.

Data mencatat sebanyak 3.948 proyek usaha atau 50,3 persen berada di Kecamatan Bontang Utara. Sementara Kecamatan Bontang Selatan tercatat sebanyak 2.871 proyek atau 36,6 persen dan Bontang Barat sebanyak 1.002 proyek atau 12,8 persen.

Selain itu terdapat 27 proyek atau 0,3 persen yang belum memiliki keterangan lokasi jelas dalam sistem. Ia menilai tingginya aktivitas usaha di Bontang Utara dipengaruhi oleh padatnya kawasan perdagangan, jasa, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Bontang Utara memang masih menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan sehingga jumlah proyek usahanya paling banyak,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, data OSS menjadi salah satu acuan pemerintah dalam memetakan perkembangan usaha dan menentukan arah pelayanan investasi ke depan.

Selain melihat sebaran wilayah, DPMPTSP juga mencatat jenis usaha yang paling banyak didaftarkan pelaku usaha. Berdasarkan klasifikasi KBLI, aktivitas jasa perorangan lainnya menjadi yang tertinggi dengan total 768 usaha atau 9,8 persen.

Kemudian disusul perdagangan eceran berbagai macam barang sebanyak 300 usaha, kedai makanan sebanyak 185 usaha, serta rumah atau warung makan sebanyak 178 usaha.

Aspiannur mengatakan dominasi sektor jasa dan kuliner menunjukkan geliat ekonomi masyarakat masih bertumpu pada usaha skala kecil dan menengah yang dekat dengan kebutuhan harian warga.

“Usaha kuliner dan jasa masih menjadi pilihan masyarakat karena relatif mudah dijalankan dan pasarnya cukup besar di Bontang,” ujarnya.

Ia berharap pertumbuhan usaha di setiap kecamatan dapat terus meningkat seiring kemudahan layanan perizinan melalui OSS berbasis risiko. (Irha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *