Data Tak Diperbarui di MyASN, Layanan Kepegawaian ASN Bisa Terhambat

Ilustrasi

Kabarintens.com, Bontang – BKPSDM Kota Bontang mengingatkan seluruh ASN agar disiplin melakukan pemutakhiran data melalui aplikasi MyASN. Pasalnya, ASN yang tidak memperbarui data berisiko mengalami hambatan dalam berbagai layanan kepegawaian.

Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan bahwa konsekuensi utama dari kelalaian pemutakhiran data adalah tertundanya layanan administratif seperti kenaikan pangkat, mutasi, hingga layanan kepegawaian lainnya yang berbasis sistem.

“Layanan kepegawaian saat ini sangat bergantung pada data di MyASN. Kalau datanya tidak diperbarui atau tidak valid, otomatis proses layanan bisa terhambat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Meski demikian, BKPSDM Bontang menekankan pendekatan pembinaan dan edukatif dalam menyikapi ASN yang belum patuh. BKPSDM tidak serta-merta memberikan sanksi, melainkan melakukan pendampingan melalui admin kepegawaian di masing-masing perangkat daerah.

Ia menjelaskan, tingkat kepatuhan ASN Bontang secara umum cukup baik, terutama saat pemutakhiran data dikaitkan dengan layanan tertentu atau instruksi nasional. Namun, masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan.

Beberapa kendala yang kerap dihadapi ASN antara lain kurangnya kesadaran bahwa pemutakhiran data merupakan kewajiban berkelanjutan, keterbatasan pemahaman teknis penggunaan aplikasi, kelengkapan dokumen pendukung yang belum sesuai format, hingga kendala teknis aplikasi seperti eror saat trafik nasional tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut, BKPSDM Bontang secara konsisten mengampanyekan Gerakan ASN Peduli Data: Dataku Tanggung Jawabku. Sosialisasi dilakukan melalui surat resmi, flyer, media daring, hingga media sosial BKPSDM.

Selain itu, pemutakhiran MyASN juga dikaitkan langsung dengan layanan kepegawaian tertentu, sehingga ASN terdorong untuk tertib data.

Pendampingan teknis dilakukan melalui admin kepegawaian perangkat daerah yang telah dibentuk sejak 2023, serta didukung langsung oleh Pranata Komputer BKPSDM jika terjadi kendala di lapangan.

“Pendekatan kami lebih ke pembinaan. ASN diingatkan bahwa data pribadi mereka sangat menentukan hak dan kariernya sendiri,” pungkasnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *