Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto. (Istimewa)
Kabarintens.com, Bontang – BKPSDM Kota Bontang terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur guna mendukung optimalisasi pemanfaatan aplikasi MyASN sebagai fondasi manajemen ASN modern berbasis data.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menyatakan kesiapan tersebut menjadi krusial seiring dengan pendelegasian kewenangan BKN ke daerah. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah daerah dituntut semakin mandiri dan akuntabel dalam pengelolaan manajemen ASN.
“MyASN akan semakin strategis. Seluruh kewenangan yang didelegasikan ke daerah harus ditopang data ASN yang valid, mutakhir, dan terintegrasi,” jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi SDM, BKPSDM Bontang secara bertahap memperkuat kapasitas pengelola kepegawaian yang adaptif terhadap sistem digital. Dalam kurun tiga tahun terakhir, BKPSDM telah menambah enam orang Pranata Komputer untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan SIASN dan MyASN.
Selain itu, sebanyak 54 admin data kepegawaian di perangkat daerah telah dibentuk sejak 2023 guna memastikan pengelolaan data ASN berjalan optimal hingga ke tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Tidak hanya SDM, infrastruktur pendukung juga terus ditingkatkan agar mampu menunjang kebutuhan sistem digital kepegawaian. BKPSDM Bontang juga memperkuat koordinasi dengan BKN Kantor Regional serta BKN pusat sebagai pembina pemanfaatan MyASN dan SIASN.
Dalam hal pengawasan dan validasi data, BKPSDM menerapkan mekanisme berlapis. Proses dimulai dari penginputan data oleh ASN yang bersangkutan, dilanjutkan verifikasi oleh admin OPD, pengawasan oleh admin BKPSDM, hingga sinkronisasi dan validasi di tingkat BKN.
“Skema ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan input yang bisa berdampak pada hak dan karier ASN,” bebernya.
Ia menegaskan, MyASN bukan sekadar aplikasi, melainkan fondasi utama manajemen ASN profesional ke depan. Ia pun mengajak seluruh ASN Bontang untuk lebih bertanggung jawab terhadap data pribadinya masing-masing.
“ASN yang tertib data adalah ASN yang siap menghadapi sistem manajemen berbasis kinerja dan kompetensi,” tutupnya. (Irha)
