Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto
Kabarintens.com, Bontang – Penerapan SIMATA BKN tidak hanya membawa perubahan sistem, tetapi juga berdampak langsung pada budaya pengelolaan ASN di daerah.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menyebut sistem ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat penerapan sistem merit secara konsisten.
Dengan SIMATA BKN, ruang intervensi subjektif dalam promosi, mutasi, dan rotasi jabatan ASN akan semakin terbatas.
“Seluruh keputusan kepegawaian harus didasarkan pada data potensi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak ASN yang terekam dalam sistem nasional,” sebutnya, Sabtu (24/1/2026).
ASN akan dipetakan ke dalam sembilan kotak Manajemen Talenta (9-box matrix) yang menggambarkan tingkat kinerja dan potensi masing-masing individu.
Pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan program pengembangan kompetensi, pelatihan kepemimpinan, hingga penyiapan kader pimpinan.
“Sistem merit bukan berarti menghilangkan kewenangan kepala daerah, melainkan memastikan kewenangan tersebut dijalankan secara objektif dan akuntabel,” katanya.
Dari sudut pandang otonomi daerah, sistem ini justru memperkuat kualitas pengambilan keputusan karena bebas dari kepentingan non-profesional.
Dengan penerapan SIMATA BKN, BKPSDM Bontang optimistis kepercayaan publik terhadap proses penempatan jabatan ASN akan semakin meningkat. (Irha)
