Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto. (Istimewa)
Kabarintens.com, Bontang – BKPSDM Bontang menerapkan metode uji kompetensi yang komprehensif dengan kombinasi berbagai instrumen penilaian. Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan tidak ada satu metode tunggal dalam asesmen ASN.
“Semakin tinggi jabatan, semakin kompleks metode yang digunakan. Kami mengombinasikan beberapa alat ukur agar hasilnya objektif dan menyeluruh,” jelasnya, Minggu (1/3/2025).
Mengacu pada Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019, penilaian kompetensi dilakukan melalui metode assessment center dan metode lainnya yang relevan.
Metode assessment center merupakan pendekatan terstandar yang menggunakan simulasi jabatan, wawancara berbasis kompetensi, presentasi, diskusi kelompok, hingga tes psikologi. Asesor akan memprediksi keberhasilan pegawai dalam menduduki jabatan tertentu berdasarkan perilaku dan respons dalam simulasi.
Selain itu, digunakan pula metode Computer Assisted Competency Test (CACT), yakni tes berbasis digital yang dirancang untuk mengukur kompetensi secara cepat, efisien, dan objektif.
CACT umumnya dimanfaatkan dalam proses pemetaan atau profiling ASN untuk melihat potensi dan kompetensi secara luas.
Selain itu, untuk jabatan teknis, uji substansi teknis lebih dominan guna memastikan penguasaan bidang pekerjaan.
“Dengan kombinasi assessment center dan tes digital, kita mendapatkan gambaran kompetensi ASN secara lebih akurat dan terukur,” pungkasnya. (Irha)
