Kabarintens.com,Bontang – Stabilitas investasi domestik di Kota Bontang pada triwulan pertama tahun 2026 menjadi perhatian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pemerintah menilai capaian realisasi PMDN sebesar Rp707,3 miliar mencerminkan ketahanan iklim usaha daerah.
Di tengah dinamika ekonomi nasional, realisasi investasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di Kota Bontang masih mampu tumbuh secara konsisten. Jumlah proyek yang mencapai 380 unit menandakan adanya pergerakan investasi yang tersebar pada berbagai sektor usaha.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bontang masih menjadi salah satu daerah yang dinilai menarik oleh investor domestik. Dukungan infrastruktur, kepastian layanan, dan potensi ekonomi lokal disebut menjadi faktor yang turut menopang stabilitas tersebut.
DPMPTSP mencatat bahwa sektor industri pengolahan dan jasa masih menjadi tulang punggung realisasi investasi. Keduanya terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyebut kestabilan investasi ini penting sebagai indikator kesehatan ekonomi daerah.
“Stabilitas realisasi investasi menandakan bahwa aktivitas usaha di Bontang tetap berjalan baik. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah,” tuturnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah secara berkala melakukan evaluasi terhadap seluruh perkembangan investasi untuk mengidentifikasi peluang maupun tantangan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Pemantauan kami lakukan secara berkelanjutan agar potensi pertumbuhan dapat terus dioptimalkan dan setiap hambatan yang muncul bisa segera direspons secara tepat,” jelasnya. (Irha)
