Bontang Perkuat Strategi Kejar Realisasi Investasi Rp3,4 Triliun

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai memperkuat berbagai strategi untuk mengejar target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp3,427 triliun. Target tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu kawasan investasi potensial di Kalimantan Timur.

Besarnya target yang ditetapkan tidak terlepas dari peran Bontang sebagai kota industri yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Dengan keberadaan sejumlah perusahaan besar serta dukungan kawasan industri yang terus berkembang, pemerintah optimistis peluang investasi masih terbuka lebar di berbagai sektor.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kota Bontang terhadap pencapaian target investasi Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret agar potensi investasi yang ada dapat direalisasikan secara optimal.

Menurutnya, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan target tersebut dapat tercapai. Tidak hanya berfokus pada promosi investasi, pemerintah juga berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga investor memiliki keyakinan untuk menanamkan modalnya di Bontang.

“Bontang harus mampu menunjukkan daya saingnya sebagai daerah tujuan investasi di Kalimantan Timur,” tegasnya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang terus diperkuat adalah menjaga kepastian layanan perizinan. Kemudahan dan kecepatan pelayanan dinilai menjadi faktor penting yang kerap menjadi pertimbangan investor sebelum memutuskan melakukan investasi.

Selain pelayanan perizinan, DPMPTSP juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai sektor industri serta perangkat daerah terkait. Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai kebutuhan investasi dapat difasilitasi dengan baik, mulai dari aspek regulasi hingga dukungan infrastruktur pendukung.

Muhammad Aspiannur menilai Bontang memiliki sejumlah keunggulan kompetitif dibanding daerah lain. Posisi strategis sebagai kota industri, dukungan fasilitas penunjang usaha, serta ketersediaan lahan pengembangan menjadi faktor yang dapat meningkatkan daya tarik investasi.

“Keberadaan kawasan industri dan peluang hilirisasi menjadi modal besar bagi Bontang untuk menarik investasi baru,” katanya.

Menurutnya, peluang investasi tidak hanya berasal dari sektor industri besar yang telah berkembang selama ini. Sejumlah sektor lain seperti perdagangan, jasa, energi, logistik, hingga pengolahan hasil industri juga memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan menarik minat investor baru.

Untuk memastikan target investasi tetap berada pada jalur yang diharapkan, DPMPTSP akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan realisasi investasi sepanjang tahun. Evaluasi rutin dilakukan guna mengidentifikasi hambatan yang muncul sekaligus menyiapkan langkah percepatan apabila diperlukan.

Melalui berbagai upaya tersebut, DPMPTSP berharap realisasi investasi tahun 2026 dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan. Selain memberikan kontribusi terhadap capaian investasi Kalimantan Timur, peningkatan investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *