Disperkimtan Bontang Tegaskan Pembangunan PJU Bukan Sekadar Pasang Tiang Lampu

Salah satu PJU di Jalan Suprapto, Gang Alpukat, Bontang Baru

Kabarintens.com, Bontang – Pembangunan lampu penerangan jalan umum (PJU) kerap dipandang sebagai pekerjaan sederhana, yakni hanya memasang tiang dan lampu di titik-titik yang membutuhkan penerangan. Padahal, proses tersebut merupakan satu rangkaian pekerjaan infrastruktur yang melibatkan berbagai komponen teknis sebelum lampu dapat berfungsi dengan baik.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Disperkimtan Kota Bontang, Anwar Nurdin, mengatakan setiap pembangunan PJU dirancang sebagai satu paket pekerjaan yang utuh. Mulai dari pembangunan pondasi, pemasangan tiang, instalasi lampu, jaringan listrik, hingga penyambungan ke jaringan PLN.

“Yang kami bangun bukan hanya tiangnya. Mulai dari pondasi, tiang, lampu, jaringan sampai sambungan ke PLN itu sudah satu paket pekerjaan,” kata dia, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, pemahaman tersebut penting diketahui masyarakat agar tidak muncul anggapan pembangunan PJU hanya sebatas memasang tiang penerangan. Di lapangan, setiap titik harus melalui tahapan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lokasi, termasuk memastikan jaringan listrik dapat tersambung secara aman.

Setelah infrastruktur terpasang, pekerjaan belum berhenti. Disperkimtan masih memiliki tanggung jawab memastikan lampu dapat beroperasi secara normal melalui proses pengujian, penyalaan awal, hingga pemeliharaan secara berkala. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari pelayanan pemerintah dalam menghadirkan penerangan jalan yang andal.

Dia menjelaskan, setiap titik PJU juga harus memiliki sambungan listrik resmi sehingga seluruh fasilitas yang dibangun tercatat dalam sistem kelistrikan. Dengan demikian, operasional lampu dapat dipantau dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan secara menyeluruh juga menjadi upaya untuk menjaga umur infrastruktur. Sebab, kualitas pondasi, kekuatan tiang, hingga instalasi jaringan akan berpengaruh terhadap ketahanan PJU dalam jangka panjang, terutama menghadapi cuaca ekstrem maupun penggunaan secara terus-menerus.

Karena itu, Disperkimtan tidak hanya berorientasi pada jumlah titik yang dibangun, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar teknis. Hal tersebut dilakukan agar lampu penerangan yang telah dipasang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Selain pembangunan baru, pemerintah juga tetap melakukan pemeliharaan terhadap PJU yang sudah beroperasi. Pemeriksaan rutin dilakukan untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Upaya inj menjadi bagian dari komitmen Disperkimtan dalam menjaga kualitas infrastruktur dasar yang mendukung keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari,” pungkasnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *